# panduan-pemula-pengaturan-unggahan-kusen-pintu-dan-rel

> Pelajari parameter profil pintu geser, takik rangka vertikal, dan cara mengunggah kontur untuk pemula.

- **URL**: https://www.coohom.com/id/helpcenter/beginner-guide-door-frame-and-track-upload-settings
- **Locale**: id_ID
- **Updated**: 2026-08-19

## Content

Parameter profil pintu geser: Definisi
======================================

Untuk membuat komponen rangka tepi berparameter pada pintu geser, Anda perlu mengunggah kontur profil dan memahami parameter takik pada setiap rangka. Bagian ini menjelaskan parameter profil pintu geser, terutama rangka vertikal, serta cara mengisi nilai takik berdasarkan gambar CAD.

Pintu geser satu panel terutama terdiri dari rangka tepi, inti pintu, dan lis tengah. Pembuatan rangka tepi mencakup pembuatan penampang kontur untuk setiap rangka. Teknik yang serupa juga digunakan untuk membuat rel pemandu atas dan bawah pada pintu geser. Karena itu, Anda perlu memahami berbagai parameter pada penampang kontur tersebut.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888528011/ECC2BDDB9ED60628475218A7D8F2ABD5.png)

1. Ekspresi parameter rangka vertikal, arti parameter takik, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rangka vertikal

Ekspresi parameter rangka vertikal, arti parameter takik, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rangka vertikal
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. Pada diagram contoh, penampang rangka vertikal ditampilkan. Rangka vertikal dibagi menjadi takik inti pintu dan takik rangka horizontal.

Pada diagram contoh, penampang rangka vertikal ditampilkan. Rangka vertikal dibagi menjadi takik inti pintu dan takik rangka horizontal.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888529424/5A93BF107B0449B7582B4060B300B810.png)

1.2 Arah penempatan kontur rangka vertikal pada gambar CAD ditunjukkan pada gambar di atas:

1.3 Takik inti pintu: digunakan untuk menghitung dimensi inti pintu dan menentukan posisinya.

Takik rangka horizontal: digunakan untuk menghitung dimensi rangka horizontal dan menentukan posisinya.

Metode pemanggilan untuk takik inti pintu:

- Arah sumbu X: \`#SK.b1.x\`

- Arah sumbu Y: \`#SK.b1.y\`

Metode pemanggilan untuk takik rangka horizontal:

- Arah sumbu X: \`#SK.b2.x\`

- Arah sumbu Y: \`#SK.b2.y\`
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888530985/D1BEEE425E647AF83CAE483E03B3F6AF.png)

1.4 Di editor, parameter yang menunjukkan ukuran kontur rangka vertikal adalah sebagai berikut:

- \`#SK.d\` menunjukkan ketebalan kontur rangka vertikal.

- \`#SK.w\` menunjukkan lebar kontur rangka vertikal.

Variabel ini adalah bawaan sistem dan tidak perlu dibuat ulang.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888531595/C23B0278B6B515543C52D86CA240BBB8.png)

1.5 Unggah kontur rangka vertikal dengan memilih file kontur rangka vertikal yang sudah selesai. Metode pembuatan kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan garis kontur.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888532634/3922EED217D72D77E9FDE9A146A51C03.png)

1.6 Saat mengunggah rangka vertikal, pilih profil garis sebagai kontur rangka vertikal. Isi nilai yang sesuai untuk takik inti pintu dan takik rangka horizontal berdasarkan hasil pengukuran.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888533353/46450E055BC7391E7DF8C9290546BCDE.png)

Takik inti pintu: \`#SK.b1.x\`, \`#SK.b1.y\`

Takik rangka horizontal: \`#SK.b2.x\`, \`#SK.b2.y\`

Catatan: Parameter ini menunjukkan dimensi aktual yang diukur pada gambar. Profil yang berbeda dapat memiliki parameter takik yang berbeda.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888535206/EA2A9672173D73A9DD3357A8C69642B5.png)

1. Penjelasan parameter rangka horizontal atas, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rangka horizontal atas

### Keterangan parameter rangka horizontal atas, arti parameter bayonet, dan catatan saat mengunggah rangka horizontal atas

2.1 Rangka horizontal atas hanya memiliki checkpoint inti.

2.2 Arah penempatan kontur rangka horizontal atas pada gambar CAD ditunjukkan pada gambar berikut.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888536576/D1A1E4BA28F797314D05BA4E7D902814.png)

2.3 Checkpoint inti: digunakan untuk menghitung dimensi inti dan menentukan posisinya.

Cara memanggil checkpoint inti adalah sebagai berikut:

Pada arah sumbu X: #SHK.b1.x

Pada arah sumbu Y: #SHK.b1.y

2.4 Parameter di editor yang menunjukkan ukuran kontur rangka horizontal atas adalah sebagai berikut:

- #SHK.d menunjukkan ketebalan kontur rangka horizontal atas.

- #SHK.w menunjukkan lebar kontur rangka horizontal atas.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888537213/FC1116E1C38E378A239E4C0EAFFC297E.png)

2.5 Saat mengunggah kontur rangka horizontal atas, pilih kontur rangka horizontal atas yang sudah selesai dibuat (cara membuat kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan kontur).
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888539303/D57484AAC841A70E2367322CAABEC127.png)

2.6 Saat mengunggah rangka horizontal atas, pilih jenis garis "Upper Crossbar contour", lalu isi nilai parameter checkpoint yang sesuai berdasarkan hasil pengukuran.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888540165/53ED605BF36A240036DD0C525652E765.png)

Parameter checkpoint: #SHK.b1.x, #SHK.b1.y
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888541834/C2179AB0D14144B97C2C7C7C659E6348.png)

1. Keterangan parameter rangka horizontal bawah, arti parameter bayonet, dan catatan saat mengunggah rangka horizontal bawah

### Keterangan parameter rangka horizontal bawah, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rangka horizontal bawah

3.1 Seperti ditunjukkan pada diagram contoh, bagian rangka horizontal bawah hanya terdiri dari titik pemeriksaan inti. Titik pemeriksaan ini digunakan untuk menghitung dimensi inti dan menentukan posisinya. Parameter titik pemeriksaan diatur pada setiap sisi rangka horizontal bawah.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888542419/609EFDA01B0AAD400FF8C35CA301B3B3.png)

3.2 Arah penempatan kontur horizontal bawah pada gambar CAD ditunjukkan pada gambar berikut.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888543776/E233E96C6C4668949418750ECF600CC1.png)

3.3 Titik pemeriksaan inti: digunakan untuk menghitung dimensi inti dan menentukan posisinya.

Cara memanggil titik pemeriksaan inti adalah sebagai berikut:

Pada arah sumbu X: #XHK.b1.x

Pada arah sumbu Y: #XHK.b1.y

3.4 Parameter di editor yang menunjukkan ukuran kontur rangka horizontal bawah adalah sebagai berikut:

- #XHK.d menunjukkan ketebalan kontur rangka horizontal bawah.

- #XHK.w menunjukkan lebar kontur rangka horizontal bawah.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888544414/A85AA2E0D88A2C4C993607F56261B835.png)

3.5 Saat mengunggah kontur rangka horizontal bawah, pilih kontur rangka horizontal bawah yang sudah selesai. Cara membuat kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan kontur.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888546948/23F12CA957C80B08AE37F99AB3C48951.png)

3.6 Saat mengunggah rangka horizontal bawah, isi nilai yang sesuai untuk titik pemeriksaan inti, lalu pilih tipe garis "Lower Crossbar contour".
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888548569/F6680BA21D444D84320D2A3D73C77A52.png)![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888550750/BD32503AFC00D793AD65DF7B45FC831E.png)

Parameter titik pemeriksaan: #XHK.b1.x, #XHK.b1.y
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888551337/E9336A5CD505F5ED853152DEC1022D60.png)

1. Keterangan parameter rangka horizontal, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rangka horizontal

### Keterangan parameter bingkai horizontal, arti parameter pengunci bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah bingkai horizontal

4.1 Seperti pada diagram contoh, bagian palang tengah dibagi menjadi titik kontrol atas dan bawah. Titik kontrol ini digunakan untuk menghitung dimensi inti pintu dan menentukan posisinya. Parameter titik kontrol diatur pada setiap sisi palang tengah.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888551960/4CA630E38163BEBBD8C12E7FDE317EFF.png)

4.2 Arah penempatan kontur bingkai horizontal tengah pada gambar CAD ditampilkan sebagai berikut:
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888552759/1D63C70C2ADD837477C214E8E8641DC8.png)

4.3 Titik kontrol atas dan bawah: digunakan untuk menghitung dimensi inti pintu dan menentukan posisinya.

Cara memanggil titik kontrol atas pada bingkai horizontal adalah sebagai berikut:

Pada arah sumbu X: #ZHK.b1.x

Pada arah sumbu Y: #ZHK.b1.y

Cara memanggil titik kontrol bawah pada bingkai horizontal adalah sebagai berikut:

Pada arah sumbu X: #ZHK.b2.x

Pada arah sumbu Y: #ZHK.b2.y

4.4 Parameter yang menunjukkan ukuran dan bentuk kontur bingkai horizontal di editor:

#ZHK.d menunjukkan ketebalan kontur bingkai horizontal,

#ZHK.w menunjukkan lebar kontur bingkai horizontal.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888553375/51682F7CDE719946A43BC269086F60DF.png)

4.5 Untuk mengunggah kontur bingkai horizontal, pilih kontur bingkai horizontal yang sudah selesai dibuat. Metode pembuatan kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan garis kontur.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888554488/167B286BC0AF02FA80D8D6E3AA19AEC0.png)

4.6 Saat mengunggah bingkai horizontal, isi nilai yang sesuai untuk titik kontrol atas dan bawah, lalu pilih jenis garis sebagai "kontur horizontal".
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888555331/8A7988D2BED80F9A71CB1C86EE3F9482.png)

Titik kontrol atas: #ZHK.b1.x, #ZHK.b1.y

Titik kontrol bawah: #ZHK.b2.x, #ZHK.b2.y
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888556853/2CC999F8459261A949E33B8DCDF9509F.png)

1. Keterangan parameter rel pemandu atas, arti parameter pengunci bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rel pemandu atas

### Keterangan parameter rel geser atas, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rel geser atas

5.1 Seperti ditunjukkan pada diagram, rel geser atas memiliki titik penentu depan dan titik penentu belakang (titik penentu: menentukan posisi pintu geser).

5.2 Arah penempatan kontur rel geser atas pada gambar CAD ditunjukkan pada diagram di sebelah kanan.
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888558441/5EA8C76B946E2D83DD98E743CF2FAE3D.png)![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888559316/8ED4FD6637F281958056C85D654296B6.png)

5.3 Dimensi titik penentu depan dan belakang pada arah X: digunakan untuk menyediakan ruang bagi posisi katrol. Isi dimensi aktual sesuai ukuran katrol.

Dimensi titik penentu depan dan belakang pada arah Y: digunakan untuk menentukan posisi pintu geser yang dihasilkan pada arah kedalaman.

5.4 Untuk mengunggah kontur rel geser atas, pilih kontur rel geser atas yang sudah selesai dibuat (metode pembuatan kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan garis kontur).
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888560412/FFAD25108CD617E125A5B241448D00A8.png)

5.5 Saat mengunggah rel geser atas, isi nilai yang sesuai untuk titik penentu depan dan belakang, lalu pilih jenis garis sebagai "kontur rel geser atas".
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888561363/09AC0F06D45924A7A6B9A8A35EF1F7E5.png)![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888562191/9AA76EFB3339D60547410375B4D0855B.png)

1. Keterangan parameter rel geser, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rel geser

### Keterangan parameter rel geser, arti parameter bayonet, dan hal yang perlu diperhatikan saat mengunggah rel geser

6.1 Seperti ditunjukkan pada diagram, rel geser bawah memiliki titik penentu depan dan titik penentu belakang (titik penentu: menentukan posisi pintu geser).
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888562958/A074F334AD3739875EAE074DC0F251D1.png)

6.2 Arah penempatan kontur rel geser pada gambar CAD ditunjukkan sebagai berikut:
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888563941/04AB49794BE4FDC46717ACBABF693C4E.png)

6.3 Dimensi titik penentu depan dan belakang pada arah X: digunakan untuk menyediakan ruang bagi posisi katrol. Isi dimensi aktual sesuai ukuran katrol.

Dimensi titik penentu depan dan belakang pada arah Y: digunakan untuk menentukan posisi pintu geser yang dihasilkan pada arah kedalaman.

6.4 Untuk mengunggah kontur rel geser bawah, pilih kontur rel geser bawah yang sudah selesai dibuat (metode pembuatan kontur dijelaskan dalam persyaratan pembuatan garis kontur).
![](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888565021/5BB834CAA53A77A35043A95DE52D8484.png)

6.5 Saat mengunggah rel geser bawah, isi nilai yang sesuai untuk titik penentu depan dan belakang, lalu pilih jenis garis sebagai "kontur rel geser bawah".
[](//qhstatic-sg-s3.coohom.com/yuntai/image/png/1733888527195/70F81477366EF3A417B40628269D440F)